Senin, 03 Mei 2010

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (informasi berbasis Web) merupakan sarana untuk memperkenalkan kepada mahasiswa, dosen dan karyawan teknologi berbasis web, menggunakan serta mendapatkan layanan berbasis web. Dengan penggunaan sistem informasi manajemen pendidikan berbasis web diharapkan dapat menunjang pelaksanaan dan keberhasilan studi mahasiswa, serta pengembangan diri dosen maupun karyawan.

Pelayanan

Setiap mahasiswa, dosen maupun karyawan berhak mendapatkan layanan sistem infomasi manajemen pendidikan berbasis Web sesuai bidangnya. Pelayanan sistem informasi manajemen pendidikan berbasis Web diselenggarakan di ruang PUSI lantai 2 Gedung Unit III ( Jalan Tukad Yeh Aya), serta layanan umum di laboratorium internet Ruang 2.5 lantai 2 Gedung Unit III (Jalan Tukad Yeh Aya).

Keanggotaan
Yang berhak menggunakan dan mendapat layanan sistem informasi manajemen pendidikan berbasis Web adalah mahasiswa, dosen dan karyawan.

Syarat Penggunaan dan Layanan
a. Mahasiswa
Mahasiswa yang terdaftar aktif pada semester yang sedang berjalan secara otomatis berhak mendapat layanan dan manfaat sistem informasi manajemen kependidikan berbasis Web dan berhak menggunakan laboratorium internet.
b. Dosen tetap dan pegawai non pendidikan
Dosen tetap dan pegawai non kependidikan secara otomatis mendapat layanan dan memanfaatkan sistem informasi manajemen pendidikan berbasis Web dan berhak menggunakan laboratorium internet
c. Umum
Selain mahasiswa, dosen dan karyawan dapat menggunakan laboratorium internet setelah diijinkan oleh petugas penjaga laboratorium internet.

Waktu pelayanan laboratorium internet
Pelayanan laboratorium internet selama lima hari kerja dalam seminggu, yaitu dari hari Senin sampai dengan Jumat.

Fasilitas Pencetakan
Mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas pencetakan ke hard copy. Permintaan pencetakan atas layanan laboratorium internet akan dikenakan biaya

http://sim.kuliahbersama.com/



sumber:
http://www.undiknas.ac.id/sistem-informasi-manajemen-pendidikan.html

Pengendalian Data SIM

Kedudukan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam pelaksanaan PNPM-P2KP menempati posisi yang signifikan dan strategis mengingat fungsi utamanya yang akan mengelola seluruh data/informasi perkembangan maupun hasil-hasil pelaksanaan kegiatan PNPM-P2KP di lapangan.
Melalui SIM PNPM-P2KP diharapkan akan menjadi sarana yang efektif untuk memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan serta hasil kegiatan secara keseluruhan. Pada akhirnya, akurasi data serta informasi yang dihasilkan dari SIM PNPM-P2KP tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengambilan kebijakan dan keputusan stakeholders PNPM-P2KP dalam rangka perbaikan dan upaya penyempurnaan kinerja proyek P2KP. Tingkat validitas dan realibilitas SIM PNPM-P2KP sangat bergantung kepada penerapan manajemen data di semua tingkatan pelaku, oleh karena itu untuk menjamin agar pengelolaan manajemen data di semua tingkatan termonitor dengan baik berikut disajikan hasil-hasil pengendalian manajemen data yang dilakukan oleh Tim SIM PNPM-P2
http://sim.kuliahbersama.com/




sumber:
http://www.p2kp.org/laporandetil.asp?mid=55&catid=14

Selasa, 23 Februari 2010

Sistem merupakan kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Di dalam perusahaan, yang dimaksud elemen dari sistem adalah departemen-departemen internal, seperti persediaan barang mentah, produksi, persediaan barang jadi, promosi, penjualan, keuangan, personalia; serta pihak eksternal seperti supplier dan konsumen yang saling terkait satu sama lain dan membentuk satu kesatuan usaha.

Informasi adalah hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan yang dibutuhkan oleh orang untu menambah pemahamannya terhadap fakta-fakta yang ada. Informasi bagi setiap elemen akan berbeda satu sama lain sesuai dengan kebutuhannya masing-masing

Manajemen terdiri dari proses atau kegiatan yang dilakukan oleh pengelola perusahaan seperti merencanakan (menetapkan strategi, tujuan dan arah tindakan), mengorganisasikan, memprakarsai, mengkoordinir dan mengendalikan operasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Struktur sistem informasi pada dasarnya dibedakan menjadi dua yaitu sistem yang terstruktur (formal) dan sistem yang tidak terstruktur (non formal). Sistem formal adalah sistem yang berjalan menurut norma-norma organisasi yang berlaku pada semua orang, sesuai dengan kedudukannya dalam organisasi. Sistem ini tergantung kepada tugas, wewenag, dan tanggung jawab yang dibebankan kepada pemegang jabatan organisasi. Sistem nonformal adalah sistem yang berlaku di lingkungan organisasi melalui saluran-saluran tidak resmi, tetapi mempunyai pengaruh cukup kuat dalam kehidupan organisasi yang bersangkutan (Gordon,1999).

Sistem informasi manajemen berusaha untuk menggabungkan keduanya dengan bertumpu pada norma organisasi dalam mendukung kegiatan organisasi. Dengan demikian diharapkan sistem formal dapat menjadi subsistem terutama keberhasilan organisasi bukan hanya perorangan tetapi hasil kerjasama seluruh organisasi.


Unsur-unsur Sistem Informasi.
Semua sistem Informasi memiliki 3 (tiga) unsur atau kegiatan utama, yaitu :
1. Menerima data sebagai masukan ( input)
2. Memproses data dengan melakukan perhitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran perkiraan dan lain-lain.
3. Memperoleh informasi sebagai keluaran (output).
Prinsip ini berlaku baik untuk sistem informasi manual, elektromekanis maupun komputer.

Data Informasi ---> Input output ---> Pemrosesan

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa sebuah sistem informasi dan memproses data, dan kemudian mengubahnya menjadi informasi.

Integrasi Sistem Informasi
Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari sistem Informasi Manajemen. Berbagi sistem dapat saling berhubungan satu dengan yang lain dengan berbagai cara yang sesuai dengan keperluannya. Aliran informasi diantara sistem sangat bermanfaat bila data dalam file suatu sistem diperlukan juga oleh sistem yang lainnya, atau output suatu sistem menjadi input bagi sistem lainnya.
Secara manual juga dapat dicapai suatu integrasi tertentu, misalnya data dari satu bagian dibawa kebagian lain, dan oleh petugas administrasi data tersebut digabung dengan data dari sistem yang lain. Jadi kalau secara manual maka derajat integrasinya menjadi tinggi.
Keuntungan utama dari integrasi sistem informasi adalah membaiknya arus informsi dalam sebuah organisasi. Suatu pelaporan biasanya memang memerlukan waktu, namun demikian akan semakin banyak informasi yang relevan dalam kegiatan manajerial yang dapat diperoleh bila diperlukan. Keuntungan ini merupakan alasan yang kuat untuk mengutamakan (mengunggulkan) sistem informsi terintegrasi karena tujuan utama dari sistem informasi adalah memberikan informasi yang benar pada saat yang tepat.
Keuntungan lain dari pengintegrasian sistem adalah sifatnya yang mendorong manajer untuk membagikan (mengkomunikasikan) informasi yang dihasilkan oleh departemen (bagian) nya agar secara rutin mengalir ke sistem lain yang memerlukannya. Informasi ini kemudian digunakan lebih luas untuk membantu organisasi.


sumber:
http://library.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-mutia.pdf
http://blog.re.or.id/struktur-sistem-informasi-manajemen.htm
http://mas-devid.blogspot.com/2009/02/pengertian-sistem-informasi-manajemen.html